Membayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam

Posted under Info.

Advertisement

Membayar Zakat Fitrah Sesuai Syariat IslamMembayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam -  Pada dasarnya membayar zakat fitrah sesuai tuntunan syariat islam adalah wajib hukumnya. Karena dengan merujuk kepada tuntunan syariat dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka zakat fitrah dapat dikatakan syah menurut hukum dan syariatnya, bukan berdasarkan hasil karya manusia saat ini.

Telah diperintahkan untuk membayar zakat fitrah dan menunaikannya dengan cara yang telah diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, yaitu dengan mengeluarkan satu sha’(2.5 kg) makanan pokok penduduk negeri tersebut dan diberikan kepada orang-orang faqir pada waktunya. Adapun mengeluarkan uang  senilai zakat fitrah, maka hal itu tidak sah karena menyelisihi perintah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menyelisihi apa yang pernah dilakukan oleh para sahabat, mereka tidak pernah mengeluarkan uang padahal mereka lebih tahu tentang sesuatu yang boleh dan sesuatu yang tidak boleh.

Namun mengenai hal ini, Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhu, dia berkata, yang artinya: “Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ (2.5 kg) kurma, atau gandum atas setiap orang muslimin yang merdeka ataupun budak baik laki mupun perempuan kecil ataupun besar”

Selain itu Rasululloh Shallallahu ‘alihi wa Sallam juga telah memerintahkan bahwa supaya zakat tersebut dilaksanakan sebelum orang keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Radhiallahu ‘anhu, dia berkata, yang artinya: “Kami memberikan zakat fitrah itu pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan satu sha makanan, atau satu sha’ kurma atau gandum atau anggur kering” dalam satu riwayat “satu sha’ keju”

Sunnah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengenai zakat fitrah adalah “ Dan sudah diketahui bersama bahwa pensyari’atan dan pengeluaran zakat ini ditetapkan, di tengah kaum muslimin terutama penduduk Madinah sudah ada Dinar dan Dirham, dua mata uang yang utama kala itu. Namun Rasululloh Shallallahu ’alaihi wa Sallam tidak menyebutkan keduanya dalam zakat fitrah.

Jika seandainya salah satu dari keduanya boleh dipakai dalam zakat fitrah tentu hal itu sudah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, karena tidak boleh menunda-nunda pada saat dibutuhkan. Dan kalaulah hal itu pernah dikerjakan Rasululloh Shallallahu ’alaihi wa Sallam tentu telah dikerjakan oleh para sahabat Radhiallahu ‘anhum.

Memang belum pernah kita menemukan ada seorang sahabat Nabi-pun yang menyerahkan zakat fitrah dalam bentuk uang padahal mereka adalah orang-orang  yang gigih dalam melaksanakan sunnah dan paling paham terhadap sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Namun jika mereka pernah melakukannya, tentu hal itu sudah ada dalam periwayatannya sebagaimana perkataan serta perbuatan mereka lainnya yang berkaitan dengan perkara-perkara syar’i juga telah ada dalam periwayatannya. Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sungguh terdapat contoh yang baik buat kalian pada diri Rasululloh” (QS: Al-Ahzab: 21)

Dan firman-Nya, yang artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Alloh, dan Alloh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS: At-Taubah: 100)

Pada dasarnya Membayar Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam dalam bentuk uang akan membuatnya  menjadi samar dan terkadang manusia condong kepada hawa nafsunya jika ia mengeluarkannya dalam bentuk uang. Mengikuti syari’ah adalah kebaikan dan keberkahan. Kadang ada orang yang mengatakan memberikan makanan tidak bermanfaat bagi orang fakir. padahal kalau orang fakir itu fakir yang sebenarnya maka makanan itu akan bermanfaat baginya. Washallahu ‘ Ala Nabiyina Muhammadin wa’ala alihi wa shahbihi.

Anda juga dapat membaca hukum dan syarat zakat fitrah sesuai tuntunan syariat Islam dan Kumpulan kartu ucapan lebaran Idul Fitri

Comments are closed.