Hukum dan Syarat Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam

Posted under Info.

Advertisement

Hukum dan Syarat Zakat FitrahHukum dan Syarat Zakat Fitrah Sesuai Tuntunan Syariat Islam – Zakat merupakan salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Zakat fitrah disini berfungsi untuk membersihkan diri kita untuk kembali menjadi fitrah. Nah kali ini kami akan membahas mengenai hukum dan syarat zakat fitrah sesuai tuntunan syariat Islam.

Zakat Fitrah ini memiliki beberapa nama, yaitu, Zakat Shoum, Zakat Badan dan Shodaqoh Fitrah. Kesemuanya itu menurut istilah fiqh adalah Shadaqah yang diwajibkan untuk membersihkan diri dan untuk meningkatkan nilai amal kebaikan. Di dalam rukun Islam zakat adalah salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam.

Sehingga dapat dikatakan bahwa bahwa hukum zakat itu sendiri adalah wajib (fardhu). Dimana setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu diwajibkan untuk berzakat. Pada dasarnya zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga dapat dikatakan sebagai sebuah amalan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia dimana pun.

Adapaun syarat syarat zakat fitrah adalah sebagai berikut:

1. Islam. Syarat wajib syarat fitrah yang pertama adalah beragama islam. Karena pada dasarnya zakat fitrah tidak diwajibkan kepada orang kafir. Untuk orang yang murtad, maka zakat fitrahnya ditangguhkan sampai dia kembali menjadi Islam. Namun, orang kafir tetap memiliki kewajiban membayar zakat fitrahnya orang-orang yang wajib ia nafkahi, seperti istri dan anak-anaknya.

2. Menemui sebagian bulan Ramadlan dan bulan Syawal. Sehingga zakat fitrah juga wajib dikeluarkan bagi orang yang meninggal dunia setelah matahari terbenam pada malam Hari raya Fitri. Begitu juga bagi anak yang lahir sebelum terbenamnya matahari dan meninggal setelah matahari terbenam pada malam Hari raya Fitri.

3. Memiliki kelebihan mu’nah (biaya hidup) – baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang yang wajib ia nafkahi – pada Hari raya Fitri dan malamnya (sehari semalam). Mu’nah di sini meliputi makanan dan lauk pauknya, tempat tinggal, pakaian dan lain-lain yang layak dan bersifat pokok.

Demikian hukum dan syarat zakat fitrah sesuai tuntunan syariat Islam, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Anda juga dapat membaca artikel kami yang lain seperti Kumpulan kartu ucapan lebaran Idul Fitri dan membayar zakat fitrah sesuai tuntunan syariat islam

Comments are closed.